Untuk : KH. Itsnaini Djaka
Duhai…
Jika senyum adalah bunga
Maka dari bunga apakah senyummu kan kubaca
Sedangkan tak ada bunga yang sanggup membuatku terlena
Selena saat kutatap senyummu yg mempesona
……..
Jika cinta adalah jiwa
Maka jiwa siapakah yang mampu menawarkan bahagia
Sehingga membuatku merasa berharga
Seperti saat kau tawarkan doa penuh mahkota
……..
Jika kerinduan adalah air mata
Maka air mataku sudah menjadi samudera
Yang bermuara dari kedalaman jiwa
Dan tak terhitung pakar matematika
………
Tingkahmu bagai angin guru
Yang begitu sejuk merasuki pori-poriku
Membelai rambutku dengan tangan sabarmu
Mengajariku banyak hal tentang hidup yang berliku-liku
Mengapa kau begitu cepat meninggalkanku guru?!!
kurasa kau masih belum sempurna menceritakan kisah matahari untukku
kurasa kau masih belum sempurna menceritakan kisah matahari untukku
Aku masih belum faham tentang kegelapan waktu
Atau tentang catur kehidupan yang sering kau
ajarkan padaku
Sedikitpun aku masih belum mampu sepertimu
Membaca kepedihan dengan senyummu
Menerima ketidak berdayaan dengan tawakkalmu
Memaknai cobaan dengan kesabaranmu
Sehingga dalam jantung waktu
Cintamu selalu berdetak menyuarakan kearifanmu
Duhai guruku…
Aku tak sanggup membalasmu
Semoga saja syurga sebagai pelabuhan terakhir kapal
pesiarmu!
Aku tak berdaya mengikuti jejakmu
Bukan aku tak mau
Tapi langkahmu terlalu suci bagiku!
Aku tak mampu menggantikanmu
Akan kuusahakan semampuku
Untuk setidaknya menghunjamkan senyummu didadaku
Agar tak hanya aku
Yang sanggup membaca cintamu
Selamat jalan guru…
Aku rindu padamu!!
Prenduan,
28 Ramadhan 2011
RASYID Q-MENK
commemorate the departure of a teacher is the easiest thing our tears to trickle ...
BalasHapusstart of his smile, his teachings until his services are not able to do quite simply we remember ...
because he is a milestone enforcement and spreader of science.
may be useful what he gave