Minggu, 18 Maret 2012

Bismillahirrahmanirrahiimm..

 Bismillah.._
Dengan nama Allah kumulai menulis rentetan kata yang mungkin tak berharga ini, rentetan bahasa yang mungkin tak sempurna, sesempurna bahasa yang kau punya, tapi biar bagaimanapun adanya,(berharga atau tidak)dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kumohon bacalah dengan seksama, karena hanya inilah (bahasa) yang aku bisa dan aku punya, jujur.., aku bukanlah sayidina Abu Bakar As-Shidiq yang seluruh tingkah dan perkataannya dipenuhi dengan kasih sayang, sehingga setiap bahasa yang keluar dari lisannya tak ada lain kecuali bahasa syurga yang mempesona, dan aku juga bukanlah sayidina Umar Alfaruq yang memiliki keberanian yang luar biasa, yang tak memiliki sedikitpun rasa takut kecuali pada penguasa alam semesta, sehingga setiap perbuatan dan perkataannya sanggup menggetarkan relung mayapada, pun juga aku bukanlah sayidina Utsman bin Affan yang memiliki kemerduan suara yang tak ada tandingannya, sehingga bacaan Al-qurannya begitu indah didengar oleh setiap telinga, seindah bunga mawar yang baru merekah dari kuncupnya, akupun bukanlah sayidina Ali (Babul I’lm) yang memiliki kecerdasan dan ketangkasan fikiran yang mengagumkan, sehingga keluasan pengetahuannya adalah harta paling berharga yang pernah dimiliki dunia, aku bukan mereka semua, aku hanyalah seorang pengembara yang berkelana dari takdir ketakdir yang mencoba mencari perbekalan untuk menghadapi takdir selanjutnya, aku hanyalah pemuda miskin yang tak memiliki apa-apa kecuali cinta, cinta yang selalu kujaga agar selalu tetap dijalanNya, disini.., aku tak ubahnya seperti siti masyitoh yang menjaga keyakinannya ditengah-tengah orang-orang yang tak sepaham dengannya, dan aku adalah seorang pemuda yang berusaha berpuasa sedangkan di sekelilingku terdapat beraneka ragam makanan yang begitu luar biasa nikmatnya, dengan kata lain, disini aku hanyalah seorang pemuda labil, yang berusaha berjalan diatas perahu yang dipermainkan gelombang, satu kali saja terpeleset maka akan terjatuh dan sulit untuk bangun kembali, sehingga jika suatu saat kau temukan aku sedang terjatuh dalam kesalahan _dan aku masih juga belum tersadar dari kesalahan itu_ maka dengan kemampuan pengemis terlemah didunia, aku mengemis padamu agar kau sudi menyiramiku dengan air pengetehuanmu yang meyejukkan, jujur, dari setiap kesalahan yang aku lakukan, banyak diantaranya adalah kesalahan yang memang aku ketahui, tapi tetap saja tak mampu aku tinggalkan, sebenarnya aku tak terlalu butuh pengetahuan, karena aku takut tak bisa mengamalkan, aku hanya butuh penyadaran dan pengalaman terhadap perbuatan, karena aku yakin itu lebih baik dari seribu keinginan, bukankah seekor semut yang mati kelaparan itu lebih baik dari seribu semut yang mati di lumbung makanan?! Aku hanya ingin menjadi manusia yang baik meski bukan yang terbaik, karena bagiku tak ada yang lebih baik dari seorang hamba yang baik,_


Mohon dirahasiakan,_

Al-amien 19 feb 2011

Hamba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar