kriiiiiinggg…
itu bunyi alarmku, jika sikecil imut ini berbunyi , itu tandanya mau tidak mau
aku harus bangun dari tempat tidurku, sepert saat ini, sebenernya aku masih
teraaaammatt saaangaatt nganntuukk, mataku aja masih kaya’ dop setengah watt,
kepalaku berat, karena menahan lelah akibat bergadng semalaman, ingin rasanya
aku tidur kembali, setiap helai rambutku masih rindu pada sntuhan manja bantal
kesayanganku, tapi sikecil imut ini tak henti2nya berkriiing2 ria, memperkosa
kamarku dengan kegaduhannya, aku lebih memilih jalan damai alias mengalah pada
sikecil cerewet ini, karena bagaimanapun juga aku tak mau sikecil cerewet ini
bernasib sama dengan para pendahulunya, yang kemudian harus berakhir ditempat
sampah karena aku banting, entah ini sudah jam beker keberapa yang kupunya,
tapi yang jelas dan yang pasti meskipun cerewetnya dah nggak ketulungan alias
minta ampun dah!! Jam beker inilah yang paling banyak berjasa dalam hidupku, karena
jam beker inilah yang paling lama bertahan bersamaku, mungkin jam beker ini
sudah bosan membangunkanku tiap pagi, terbukti dari suaranya yang semakin
cempreng saja kurasa, tak ada merdu2nya sama sekali, sumbang mungkin lebih tepatnya!!!
Aku suka mendengar nyanyian anak TK yg baru belajar nyanyi, bagiku, suara
mereka yang tanpa nada, seribu kali lebih merdu dari jam bekerku, tapi biarlah
. . terlepas dari segala kekurangan dan kelebihannya, meskipun dia semakin
mengganggu tidurku, aku menyayanginya sepenuh jiwaku, karena selain jasanya
padaku, jam beker itu adalah pemberian dari syetan manisku tahun lalu, jika aku
ingat itu, suara cemprengnya berubah jadi merdu… hehehee Gombal!!”
katamu. Dia memberiku jam beker itu karena katanya aku sering terlambat bangun,
sering nggak sholat shubuh katanya, (hehehe.. terima kasih ya syetan manisku,
berkat bekermu, aku jadi jarang terlamba bangun, meski terkadang aku masih suka
usil pindah tempat tidur!! Hehee.. Maaph!)
kupaksa membuka
kedua bola mataku yang masih berat, kulihat dari jendela matahari bersinar
cerah, kulihat bekerku saudah janm 05:30, itu tandanya waktu yang pas buat
mandi biar tubuhku segar kembali, tiba-tiba dari pintu terdengar sebuah suara yang
sepuluh ribu kali lebih merdu dari jam bekerku, suara seorang perempuan, kuraih
daun pintu untuk membukakan pintu untu tamuku, kubuka saja . . dan . . MasyaAllah.. Subhanallah . . ada
sebuah cahaya yang lebih cerah dari mentari pagi itu, cahaya itu memancar indah
dari wajahnya, menyelinap masuk dari retinaku hingga kerongga terdalam
dijiwaku, “duhai.. mimpikah ini??!!” bathinku bernyanyi. (Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar